Jumat, 02 Maret 2012

Sampai waktunya tiba

Dua malaikat berkunjung ke sebuah rumah keluarga kaya. Keluarga itu sangat kasar dan tidak mengijinkan kedua malaikat itu tidur di dalam ruang tamunya. Malaikat itu ditempatkan di kamar kecil yang ada di basement. Ketika malaikat hendak tidur, malaikat tua melihat bahwa ada dinding basement yang retak, lalu mereka memperbaikinya.

Malam berikutnya, kedua malaikat itu beristirahat di rumah keluarga petani miskin tapi sangat ramah. Dan petani itu mempersilahkan kedua malaikat itu untuk tidur di kamarnya.

Keesokan harinya malaikat menemukan petani itu dan istrinya menangis sedih karena sapinya sudah terbaring dan mati.

Malaikat yang lebih muda geram dan bertanya pada malaikat yang lebih tua, "Mengapa kau membiarkan hal ini terjadi ???
Keluarga yang kaya itu memiliki segalanya dan engkau membantu menambalkan dindingnya, sedangkan keluarga petani yang miskin ini mengapa kau biarkan sapinya mati???".

Malaikat yg tua berkata, "Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya.
Ketika kita bermalam di sana aku melihat emas tersimpan di lubang dinding itu, karena orang kaya tersebu tamak maka aku menutup lubang dindingnya agar ia tidak menemukan emas itu.
Tadi malam ketika kita tidur di kamar petani miskin itu, malaikat maut datang mau mengambil nyawa istrinya maka aku memberikan nyawa sapinya sehingga istrinya tidak meninggal.

"Sesuatu tidak selalu kelihatan sebagaimana adanya".

Kadang-kandang itulah yang kita rasakan ketika kita berpikir bahwa sesuatu tidak seharusnya terjadi.
Semua hal yang terjadi adalah demi kebaikan kita.

Kita mungkin tidak menyadari hal itu, sampai waktunya tiba....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar